Polisi Berjiwa “Sandal Jepit” (Pemberitaan Terdengar Hingga Dunia Internasional)

Images: thousandfleur dan kabarnet (edit).

Brother sungguh miris melihat pemberitaan di TV mengenai “sandal” jepit yang lusuh diambil oleh si AAL. Hanya karena sepasang sandal sampai menyeret si kecil ke meja hijau. Sungguh memalukan hukum di Indonesia ini, tidak punya hati nurani. Hukum bisa dibeli oleh orang kaya, oleh para koruptor atau oleh para pejabat??? tapi tidak buat rakyat kecil nan tertindas…

Berita ini bukan hanya hangat di media nasional baik cetak dan elektronik tetapi sudah sampai ke media cetak internasional. Bahkan menurut vivanews menjelaskan ada situs The News Zealand Herald, hari ini memuat berita berjudul, “Indonesia’s new symbol for injustice: Sandals” atau “Simbol ketidakadilan di Indonesia: Sandal”. Koran ternama di Amerika Serikat, Washington Post, memberitakan warga Indonesia menyerahkan sendal jepit bagi kepala polisi sebagai simbol frustasi atas ketidakadilan.

Kegagalan itu dipicu oleh kemauan polisi yang ngotot ingin menyelesaikan kasus ini di jalur hukum. “Saya bukan bilang berkeras, tapi dari pihak polisinya menghendaki untuk dibawa ke pengadilan,” ujar Noor Rachmad (Kejaksaan Agung buka suara. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum).

Polisi katanya mengayomi, melindungi masyarakat dan menciptakan rasa aman patut dipertanyakan, anak kecil yang tidak tahu apa-apa malah disiksa hanya karena sepasang sandal??? Dasar tidak punya perasaan, tidak manusiawi dan sungguh “ironis”.

Advertisements

10 comments on “Polisi Berjiwa “Sandal Jepit” (Pemberitaan Terdengar Hingga Dunia Internasional)

  1. @ali… parah…? kayak gni mah udah biasa.. maslah kecil dibesar2kan…
    @mura di pengadilan yang mjd bukti kok bukan sandal yang di bawa AAL (sandal lain). Bahkan pengamat hukum UI mengira mungkin lebih cocok “barang temuan” bukan “barang hasil pencurian” Lagian ini hanya masalah sepele yang melibatkan anak yang masih kecil. Udahlah diikhlaskan saja, lagian cuma sandal dah rompal. Yang parahnya polisi geblek malah melakukan penganiayaan… (mengayomi = omong kosong)
    @bapake valen yup..emang benar hukum di Ind malu2in

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s