Kebijakan Perdagangan di Negara Berkembang

Images: dhammacakka

Kita menganalisis kebijakan dan sasarannya bersifat spesifik artinya pembahasan tanpa merinci keadaan yang khas di masing-masing negara yang menerapkan kebijakan perdagangan. Sebagian besar penduduk dunia berada di negara berkembang yang kondisi ekonomi jauh tertinggal dari negara maju. Upaya semua negara berkembang untuk mempersempit kesenjangan pendapatan dengan negara maju merupakan inti kebijakan ekonomi.

Negara

Produk Domestik Bruto perkaita (US$)1993

AS 24750
Jepang 21090
Jerman 20980
Singapura 20470
Korea Selatan 9810
Meksiko 7100
RRC 2120
India 1250

Sumber , World Bank 1995                

Selama 30 tahun sejak perang dunia, kebijakan perdagangan di negara berkembang dipengaruhi oleh keyakinan kunci utama pembangunan ekonomi adalah penciptaan sektor industri manufaktur dengan melindungi industri domestik. Masalah utama dalam negara berkembang adalah rendahnya tingkat pendapatan secara eseluruhan dan kesenjangan antar sektor.

INDUSTRI SUBSTITUSI IMPOR

Banyak negara ingin memacu pembangunan dengan membatasi impor barang manufaktur guna mengembangkan sendiri kekuatan manufaktur di pasar domestik.

Argumen Industri Bayi

Menurut argumen industri bayi , negara yang berkembang memepunyai keunggulan komparatif potensial di sektor manufaktur, tetapi industri yang baru muncul tidak mampu bersaing dengan negara maju.

Kelemahan argumen industri bayi  adalah nampak masuk akal  namun pada kenyataannya argumen ini meyakinkan pemerintah berbagai negara untuk melaksanakan saran yang diajukannya. Namun para ekonom lama menunjukan bahwa argumen ini banyak kelemahan.

Pertama, Pengalihan perhatian secara mendadak dari sektor ekonomi  yang menuju sektor industri akan memliki keunggulan komparatif di masa datang tidak selamanya merupakan suatu pilihan yang bijaksana.

Kedua, pemberian proteksi kepada sektor manufaktur merupakan sesuatu yang baik kecuali jika proteksi itu sendiri benar-benar dapat membantu industri yang bersangkutan untuk mampu bersaing di masa datang.Seperti India memproteksi sektor manjufaktur mereka secara puluhan tahun dan talah memulai mengembangkan ekspor barang manufaktur.

Secara lebih umum lagi, kenyataan relatif mahal dan terlalu lama waktu yang terbuang  untuk membangun suatu industri menjadikan campur tangan pemerintah tidak dibenarkan apabila perekonomiam mengalami kegagalan pasar.

 

Pembenaran Kegagalan Pasar atas Pemberian Proteksi bagi Industri Bayi

Untuk mendalami jauh pandangan  yakni, bahwa industri selalu harus dilindungi jika mereka baru tumbuh. Dapat atau tidaknya proteksi industri yang bayi atau masih rapuhh dibenarkan tergantung pada analisis pokonya. Alasan pasar modal yang tidak sempurna bagi pemberian proteksi untuk sektor industri yang masih rapuh adalah jika suatu negara berkembang tidak memiliki seperangkat lembaga keuangan (pasar modal) yang memungkinkan terakumulasinya tabungan dari sektor tradisional (pertanian) untuk membiayai  investasi sektor manufaktur , maka pertumbuhan industri baru dibatasi oleh kemampuan perusahaan disektor industri untuk memperoleh keuntungan sekarang.

Pendorongan Sektor Manufaktur Melalui Proteksi

Kebanyakan negara berkembang strategi industri yang mereka tempuh ditujukan untuk mengembangkan industri yang berorientasi pada pasar domestik dengan menerapkan pembatasan perdagangan seperti: tarif dan kuota dalam rangka mendorong proses penggantian barang manufaktur yang diimpor dengan produk domestik.

Kebijakan subtitusi impor percaya perekonomian dunia cenderung men utup intu bagi pendatang baru  atau negara maju yang sudah mapan terlalu besar untuk membiarkan berkembangnya perekonomian industri baru.

Secara umum perekonomian di negara berkembang, gerak laju industrialisasi substitusi impor terhenti setelah mencapai suatu batas, barang canggih seperti komputer akan tetap diimpor. Seabagai suatu strategi untuk mendorong pertumbuhan industr i manufaktur, industrialisasi substitusi impor memang berhasil

Negara Ekspor sebagai persentase pendapatan nasional 1990
Brazil 7
India 8
AS 10
Jepang 11
Jerman 32
Korea Selatan 32
Hongkong 137
Singapura 190

Sumber: World Bamk, 1992

Advertisements

One comment on “Kebijakan Perdagangan di Negara Berkembang

  1. Pingback: Popuri 12/24 | Chantler 411

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s