Hambatan Penerapan Sistem Informasi Keuangan

Kendala ataupun Hambatan yang terjadi pada penerapan sistem informasi keuangan adalah sebagai berikut:

1. Kita pahami tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu juga pada sistem informasi keuangan yang banyak hambatan dalam implementasi ke dunia nyata. Jika kita membaca tentang keamanan sistem informasi keuangan selalu ada kata kunci yang dirujuk adalah pencegahan dari kemungkinan adanya malware , hacker, cracker dan pencurian data keuangan secara terkomputerisasi. Padahal bila kita meninjau keamanan sistem informasi keuangan lebih lanjut maka kita akan berbicara kepada kemungkinan adanya resiko yang muncul atas penyalahgunaan sistem keuangan tersebut.

2. Inovasi dalam sistem informasi  keuangan sepertinya memungkinkan perbankan untuk memindahkan risiko dari neraca, tapi tidak memungkinan perbankan untuk menghindari risiko tersebut timbul kembali. Ini berarti perlu penilaian dalam prinsip kehati-hatian sistem keuangan oleh pengawas (auditor). Sementara itu lembaga rating perlu lebih memfokuskan perhatian khusus  pada neraca tersebut.

3. Dalam sistem informasi keuangan seringkali user mengalami kesulitan dalam  pemahaman internal contro,l baik agar dapat merencanakan audit dan menentukan sikap, timing dan perluasan pengujian keuangan yang akan dilakukan.

4. Dewasa ini keuangan yang diproses secara terkomputerisasi begitu lumrah dan meminimalkan bukti fisik transaksi kedalam bukan fisik atau software. Pencatatan dan posting jurnal keuangan sangat cepat dan tepat guna. Namun seringkali user kurang memperhatikan pentingya data keuangan untuk melakukan back up (penyimpanan tingkat tinggi disertai pengaman akun atau password) dan recovery data keuangan yang begitu sensitif dan rentan mengalami kerusakan baik disengaja maupun ketidaksengajaan walupun ada tool khusus yang dapat mengembalikan data keuangan ke kondisi semula walaupun presentase tidak lebih dari 90%.

5. Kita sadari sistem informasi keuangan menggunakan metode-metode spesifik yang tepat dengan situasi informasi akuntansi yang ada. Namun penggunaan alat dan software pengolah keuangan seperti Lotus, Zahir, MYOB, Open Office calc, Omega Accounting, Seventhsoft, atupun  Fina yang begitu rumit memerlukan kecerdasan dan pemahaman tingkat mahir dalam pengoperasiannya. Sumer daya manusia yang gagap teknologi informasi justru dapat memperlambat pemrosesan keuangan sehingga butuh pelatihan dan pengembangan bagi pengguna data keuangan lebih lanjut.

Oleh: Bayu Aji Setyoko

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s